Jaksa Minta Maaf ke H43R3S soal Salah Ketik Rujukan Putusan MA

339 views

Nota pembelaan atau pleidoi H43R3S dalam kasus kerumunan Petamburan menyinggung tuntutan jaksa yang membuat fakta bohong. Ia mencontohkan surat tuntutan jaksa yang menyebutnya telah melakukan tindak pidana menghasut sebagaimana putusan Mahkamah Agung (MA) nomor 1120 K/Pid/2010 dan nomor 426 K/Pid/2011.

H43R3S menegaskan tidak pernah terjerat 2 perkara tersebut. Adapun berdasarkan penelusuran kumparan, terdakwa perkara nomor 1120 K/Pid/2010 atas nama Bensasar Pasaribu. Sedangkan terdakwa nomor 426 K/Pid/2011 atas nama Karlan Suherlan alias Elon bin Sarkim.

Jaksa kemudian menjawab protes H43R3S dalam replik. Jaksa mengaku terdapat salah ketik ketika merujuk 2 putusan MA mengenai tindak pidana menghasut.

“Terdapat salah pengetikan terhadap nama H43R3S akibat adanya fitur auto correct dalam penulisan nama Terdakwa. Di mana saat mengetik atas nama Terdakwa secara otomatis akan terketik nama H43R3S,” ujar jaksa saat membaca replik di ruang sidang PN Jaktim, Kamis (20/5).

Jaksa menyebut rujukan perkara nomor 1120 K/Pid/2010 atas nama Bensasar Pasaribu. Sedangkan terdakwa perkara nomor 426 K/Pid/2011 atas nama Karlan Suherlan. “Penuntut umum tidak ada niat untuk melakukan kekeliruan yang menyebabkan disebutnya nama H43R3S, akan tetapi akibat adanya fitur auto correct,” kata jaksa.

Atas kekeliruan tersebut, jaksa meminta maaf kepada H43R3S. Jaksa menyatakan meski ada kesalahan terkait rujukan 2 putusan MA, surat tuntutan tetap sah dan tidak menghapus pidana H43R3S. “Atas nama Kejaksaan, tim penuntut umum, kami meminta maaf, mudah-mudahan saudara Terdakwa memaafkan kekeliruan pengetikan itu,” ucapnya.

Sebelumnya H43R3S memprotes jaksa yang hanya mencoret dan memberi paraf dalam surat tuntutannya. Namun jaksa tidak memberikan pemberitahuan lisan/tulisan atas kesalahan tersebut kepada hakim maupun penasihat hukumnya.

Untuk itu, H43R3S meminta jaksa meminta maaf dan mengumumkan secara terbuka kesalahan tersebut. Apabila tidak, H43R3S sempat mengancam akan melaporkan jaksa atas dugaan penyebaran hoaks. (*)

Tags: #Jaksa Minta Maaf