V E D I O Ng3ri! Resmi Dipanggil Polda Metro Jaya, Pecinta Pecinta HR Serukan “Hayya ‘alal Jihad!”

AKAL SEHAT – Perwakilan Polda Metro Jaya kembali datangi Petamburan, kabar ini disampaikan FPI melalui laman Twitter resminya pada Minggu, 29 November 2020. Dalam cuitan tersebut FPI mengunggah tiga foto yang memperlihatkan situasi disaat kehadiran perwakilan Polda Metro Jaya.

Kedatangan Polda Metro Jaya ke Petamburan dalam rangka penyerahan surat panggilan terhadap Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), HR beserta menantu Habib Hanif Alathas.

“Surat Panggilan dari Polda Metro Jaya yang ditujukan untuk IB HRS dan Habib Hanif Alathas telah diterima oleh Team BHF (Badan Hukum FPI),” jelas FPI.

Melalui cuitan berbeda FPI bahkan memperlihatkan unggahan foto berisi gambar surat pemanggilan HR dan Habib Hanif Alathas oleh Polda Metro Jaya.

“Surat Panggilan Polda Metro Jaya yg ditujukan untuk Imam Besar HR dan Menantu beliau, Habib Muhammad Hanif Alathas,” cuit FPI.

Terkait kedatangan Polda Metro Jaya ke Petamburan juga dibenarkan oleh Ajun Komisaris Besar Polisi Raindra Ramadhan selaku Kepala Sub Direktorat Keamanan Negara Ditreskrimum Polda Metro Jaya. “Ini hanya mengantarkan surat pemanggilan kepada Bapak Muhammad HR,” jelasnya pada Minggu, 29 November 2020.

Raindra menjelaskan bahwa surat pemanggilan tersebut terkait kerumunan massa pada massa pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan pernikahan putri HR di Petamburan, beberapa saat yang lalu. Tim Penyidik Polda Metro Jaya telah mengagendakan pemeriksaan terhadap Imam Besar FPI tersebut pada Selasa, 1 Desember 2020.

Sebelumnya Penyidik Sub Direktorat Keamanan Negara Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya telah meningkatkan kasus di Petamburan dari penyelidikan ke penyidikan. Hal ini atas dugaan pelanggaran terhadap protokol kesehatan dalam acara pernikahan Putri HR, Najwa Shihab di Petamburan, Jakarta Pusat pada Sabtu, 14 November 2020 yang lalu.

Sebagaimana dijelaskan oleh Kombes Pol Yusri Yunus selaku Kabid Humas Polda Metro Jaya bahwa berdasarkan hasil gelar perkara maka kasus ini sudah layak untuk dinaikkan ke penyidikan. “Dari hasil gelar perkara, sudah dianggap cukup untuk dinaikkan ke tingkat penyidikan,” jelas Yusri dikutip dari Antara Kamis, 26 November 2020.

Ia menjelaskan bahwa berdasarkan hasil gelar perkara yang dilakukan oleh pihak Kepolisian, pihaknya menemukan fakta bahwa telah terjadi dugaan pelanggaran protokol kesehatan dalam kerumunan massa di Petamburan. Atas dasar tersebut pihak Polda Metro Jaya menaikkan kasus tersebut ke tahap penyidikan.

“Hasil gelar perkara memenuhi unsur unsur persangkaan pasal UU nomor 6 tahun 2018 tentang karantina kesehatan. Kemudian menurut penyidik ini sudah bisa naik ke tingkat penyidikan, berarti di situ ada unsur tindak pidana,” lanjutnya.

Dalam kasus ini, polisi menggunakan Pasal 14 Ayat 1 dan Ayat 2 Undang-undang Nomor 4 Tahun 1984 tentang wabah penyakit menular, Pasal 93 Undang-undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang kekarantinaan kesehatan, dan Pasal 216 KUHPidana.

Merespon hal tersebut, para pengikut HR pun meradang. Hal ini nampak dari unggahan video dikanal YouTube LDTV Senin, 30 November 2020. Dalam video berdurasu kurang lebih 10 menit tersebut nampak sekelompok orang yang di klaim sebagai pencinta HR menyerukan kalimat ‘Hayya Alal Jihad’.

Mula-mula video tersebut dibuka dengan cuplikan ceramah HR yang berisi ajakan rekonsiliasi kepada pemerintah. “Sampai hari ini saya masih mengajak pemerintah apakah itu Presiden Jokowi, apakah itu Ibu Megawati, apakah itu bapak Kapolri, apakah itu bapak Panglima TNI,” jelas HR dikutip dari tayangan video dikanal YouTube LDTV.

“Kami dari kalangan Habaib dan ulama setiap saat siap untuk diajak dialog 24 jam pagi, siang, malam, kami siap, anda perlu berdialog dengan kami ayo kita dialog,” lanjutnya. HR¬†menegaskan bahwa dirinya bukanlah musuh, ia hanya ingin menyuarakan suara rakyat.

“Kami bukan pemberontak, kami bukan musuh pemerintah, kami bukan musuh tentara, kami bukan musuh polisi, kami hanya menyuarakan suara rakyat, suara kebenaran, suara keadilan, suara yang selama ini terpendam di jiwa masyarakat Indonesia,” tegas HR.

Ditengah-tengah ceramahnya HR juga melempar pertanyaan kepada pengikutnya. “Siap dialog?,” tanyanya. Pertanyaan tersebut lantas dijawab dengan kompak oleh pengikut HR. Mereka mengaku siap melakukan dialog dengan pemerintah.

“Kita sudah tawarkan saudara dari kemarin-kemarin, tetapi kalau mereka tidak berani dialog. Beraninya main laporan-laporan terus, ya apa boleh buat terpaksa saya terima surat cinta mereka,” pungkasnya.

Usai pemutaran video potongan ceramah HR tersebut, tayangan video kemudian beralih ke momen saat pihak Polda Metro Jaya mengantarkan surat panggilan ke Petamburan pada Minggu, 29 November 2020 kemarin.

Video kemudian berlanjut ke sekumpulan orang yang di klaim sebagai pecinta HR, mereka mula-mula menyerukan kalimat adzan.

“Allahuakbar, Allahuakbar, Allahuakbar, Allahuakbar Ashadu Anlaa illaa ha Illallah, Ashadu Anlaa ilaa ha Illaa ha Illallah, Ashadu Anna Muhammdan Rasullullah, Ashadu Anna Muhammadan Rasullullah,” jelas salah seorang yang memimpin kelompok tersebut.

“Hayya Alal Jihaad,” serunya.¬† Seruan tersebut lantas mendapat sahutan dari sekelompok orang dalam video tersebut dengan kalimat yang sama. “Hayya Alal Jihaad,” tegas mereka. Tak hanya sekali, seruan tersebut disampaikan berulang kali.

Tags: #Hayya 'alal Jihad #HR #Polda Metro Jaya