Putra Mahkota Saudi Akan Dibunuh Rakyatnya Jika Normalisasi dengan Israel

135 views

Putra Mahkota Arab Saudi Mohammad bin Salman (MBS) mengklaim akan dib***h oleh Iran, Qatar dan rakyatnya sendiri jika Saudi melakukan normalisasi hubungan dengan Isr**l. Klaim MBS ini dia sampaikan kepada miliarder Is***l-Amerika Serikat (AS); Haim Saban.

Pada 15 September, Bahrain dan Uni Emirat Arab (UEA) menjalin hubungan diplomatik dengan Is***l dengan menandatangani Abraham Accords di Washington. Normalisasi dua negara Teluk dengan negara Yahudi itu terjadi setelah Presiden AS Donald Trump dan pemerintahannya menengahi kesepakatan bersejarah tersebut.

Saban, yang dikutip Haaretz pada Kamis (22/10/2020), mengatakan Putra Mahkota MBS menyampaikan ancaman pem****han itu baru-baru ini kepadanya. Menurutnya, Riyadh tidak dapat bergabung dengan UEA dan Bahrain untuk normalisasi hubungan dengan Is***l.

“Itu karena mungkin akan berakhir dengan putra mahkota dib***h oleh Iran, Qatar, atau rakyatnya sendiri,” kata Saban. Menurut surat kabar tersebut, Saban mengungkapkan pernyataan Pangeran MBS selama wawancara dengan Anggota Kongres Demokrat Ted Deutch yang terjadi di sela-sela acara kampanye online bernama “Isr**l’s Security and Prosperity in a Biden White House” pada hari Rabu.

Miliarder—yang dikenal sebagai donor Partai Demokrat yang rajin—juga mengatakan kepada Deutch bahwa “semua kredit” yang terkait dengan penandatanganan kesepakatan damai antara Isr**l, UEA, dan Bahrain harus diberikan kepada penasihat senior yang juga menantu Presiden Donald Trump; Jared Kushner, dan ajudannya Avi Berkowitz, yang bekerja sangat keras untuk itu.

Pernyataan Saban muncul sekitar seminggu setelah Menteri Luar Negeri AS Michael Pompeo mendesak Arab Saudi untuk mengikuti jejak Abu Dhabi dan Manama dan menormalkan hubungannya dengan Is***l. Pompeo juga memuji bantuan Riyadh dalam menyatukan Tel Aviv, Abu Dhabi, dan Manama, namun dia menolak mengungkapkan sifat dukungan tersebut.

Bahrain dan UEA menjadi negara Teluk pertama yang melakukan normalisasi hubungan dengan Ir****l. Ketiga negara menandatangani Abraham Accords pada 15 September di Washington, setelah pemerintahan Trump menengahi perjanjian bersejarah tersebut.

Kedua negara Teluk itu menyatakan kesiapan untuk bekerja sama dengan negara Yahudi dalam berbagai sektor, mulai dari budaya hingga keamanan regional. Kesepakatan itu dengan imbalan bahwa Is***l menunda rencananya untuk memperpanjang kedaulatan atas bagian Tepi Barat, Palestina.

Bahrain dan UEA menjadi hanya negara Arab ketiga dan keempat yang menormalisasi hubungan dengan Is***l, setelah Mesir pada 1979 dan Yordania pada 1994.

Arab Saudi tidak mengkritik atau mendukung Abraham Accords atau Perjanjian Abraham, yang ditentang keras oleh para pemimpin Palestina dan Iran. Riyadh juga berada di balik inisiatif tahun 2002 yang menetapkan bahwa negara-negara Arab hanya boleh menormalisasi hubungan dengan Israel setelah Tel Aviv menyetujui solusi dua negara dengan Palestina dan wilayah Is***l seperti peta sebelum tahun 1967.

Penandatanganan perjanjian itu dilakukan dengan latar belakang hubungan rumit antara Arab Saudi dan Iran. Tahun lalu, Riyadh, bersama dengan Washington dan London, menuduh Teheran berada di balik serangan pesawat tak berawak 14 September 2019 terhadap fasilitas minyak Aramco Arab Saudi. Negara para Mullah menolak keras tuduhan tersebut. Sumber : geloranews

Tags: #kesehatan putra mahkota